Istriku,
tatap mataku, dan pandanglah dengan hatimu
bukankah tampak matahariku semakin merendah ke ufuk barat ?
Itu berarti kegelapanku akan datang
masa jayaku akan segera tumbang.
Istriku,
tenangkan kalbu, dan janganlah bimbang hatimu
bukankah semua makhluk adalah milik Sang Khalik ?
Itu berarti kepada-Nya aku akan pulang
bila maut telah datang menjemput.
Istriku,
Bila tiba saat kupulang, menangislah jika itu maumu
Bukankah tangismu adalah lambang tulus cintamu ?
Bukankah tangismu adalah tanda dukamu ?
Lalu hentikan tangismu, tunjukkan ikhlasmu
Iringkan kepergianku dengan doamu
Doa cinta istri setia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar